Laman

Minggu, 02 Januari 2011

gunung bromo meletus

gunung bromo meletus



unung Bromo di Jawa Timur yang berstatus awas meletus pada pukul 17.40, Jumat 26 November 2010. Asap tebal bercampur abu kehitaman mencapai ketinggian 600 meter.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, letusan ini bersifat minor dan tidak disertai dentuman. "Material letusan berupa abu yang jatuh di sekitar kawah," kata Surono.

Saat ini gempa tremor terjadi terus menerus dengan amplituda rata-rata 15 milimeter.

Menurut petugas pengamatan di pos pantau di Desa Ngadisari, Sikapura, Probolinggo, Ahmad Subhan, mengatakan, gempa tremor hingga saat ini masih terjadi. "Penduduk di sekitar masih aman," katanya.

Bromo dinyatakan 'awas' sejak 23 Oktober 2010 lalu. Dosen Pasca Sarjana Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan peneliti di Pusat Studi Kebumian dan Bencana, Dr Putu Artama, mengatakan karakteristik Bromo berbeda dengan Merapi.

"Jika terjadi letusan, material yang dimuntahkan pasir dan abu dengan kisaran radius 6 sampai 10 kilometer," kata Putu.

Itu berbeda dengan material yang dimuntahkan Gunung Merapi berupa lava pijar dan bebatuan, juga awan panas 'wedhus gembel'.

Selain itu, Bromo juga terbentengi oleh lautan pasir. Topografi Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. "Yang membayakan itu adanya semburan berwarna kekuningan, karena kandungan belerang yang banyak sangat berbahaya jika dihirup manusia," jelas Putu. (umi)

Rabu, 27 Januari 2010

Wisata gunung bromo


GUNUNG BROMO

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai salah satu obyek wisata di Jawa Timur. Jadi belumlah lengkap rasanya bila kita berwisata ke Jatim tanpa mengunjungi Gunung Bromo.

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, berada dalam empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung ini mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Salah satu andalan wisata dari taman nasional Gunung Bromo ini adalah hamparan laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2.392 m dari permukaan laut. Selain itu, dari puncak Bromo kita dapat menikmati dengan jelas keindahan matahari saat terbit hingga terbenamnya.

Gunung Bromo mempunyai kondisi udara yang masih segar dan dingin (5-8 derajat celcius) dengan pemandangan yang menawan. Sebelum naik ke Gunung Bromo kita tidak perlu khawatir kedinginan, karena selain jaket yang (tentunya) harus kita persiapkan, di sekitar hotel banyak dijumpai pedagang-pedagang syal dan kaos kaki. Harga untuk sepasang kaos kaki sekitar Rp 15.000.

Perjalanan menuju puncak Bromo terbilang berat karena sangat berdebu dan medan yang ditempuh tidak bisa dilalui kendaraan roda empat biasa, kecuali jip 4×4 yang disewakan oleh pengelola wisata. Maka tak heran jika berjalan kaki merupakan alternatif yang dipilih para wisatawan untuk menuju pusat lokasi. Lebih dari 200 anak tangga harus kita lalui untuk sampai di puncak Bromo, melelahkan memang, namun semuanya seolah terbayarkan lewat pemandangan alam yang luar biasa indah.

Mendekati puncak Bromo sudah tercium bau belerang. Ketika sampai di puncak, kita dapat melihat kawah Bromo yang masih aktif. Di dasar kawah terlihat warna keemasan belerang dan kepulan asap putih yang menari-nari menuju puncak menyebarkan bau belerang. Uniknya lagi kawah Bromo terletak di dalam kawah, jadi kawah di dalam kawah.

Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, kita juga bisa menikmati lautan pasir dan hamparan rerumputan yang luas sambil menyaksikan kemegahan Gunung Semeru yang menjulang menembus awan dan gunung-gunung lain yang mengelilinginya. Salah satu cara untuk menikmati keindahan di puncak Bromo ini adalah dengan menyewa kuda atau jip yang sudah disiapkan para pengelola tempat wisata untuk mengantar kita mengelilingi padang pasir tersebut.

Di bawah kaki Gunung Bromo terdapat sebuah pura yang biasa digunakan untuk upacara adat dan keagamaan yang disebut Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa atau pada bulan Desember/Januari setiap tahunnya. Bagi penduduk asli Bromo, yaitu suku Tengger yang beragama Hindu, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci.

Melalui upacara tersebut, masyarakat suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan dari berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparnya ke kawah Bromo. Sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah untuk meraih dan menangkap sesaji yang tadi dilemparkan ke kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Untuk mencapai Gunung Bromo, ada empat pintu gerbang utama yaitu: untuk desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang.

Tak perlu khawatir bagi Anda yang ingin menginap, karena berbagai macam penginapan dapat ditemukan di sekitar area Taman Nasional Bromo. Mulai dari losmen sampai hotel berbintang 4 dapat menjadi pilihan Anda. Rata-rata tarifnya pun terjangkau.

Gunung Bromo adalah bukti kebesaran sang Pencipta, dan Anda harus menyaksikan sendiri keindahannya yang luar biasa.

Tidak Ada Penyesalan di Gunung Bromo

Merencanakan perjalanan wisata bersama keluarga, temen kerja, teman kuliah dan bahkan temen satu kantor ke sebuah tempat yang dipenuhi suguhan pemandangan yang indah sejauh mata memandang yang dipadu dengan tantangan medan yang cukup menguras tenaga, tentu sungguh menggoda untuk segera direalisasikan. Yah..wisata alam Gunung Bromo misalnya.

Dua kawasan wisata pegunungan tersebut memang sudah sangat terkenal bagi masyarakat Indonesia dan bahkan masyarakat dunia lainnya. Pesona dan keunikan dan cerita legenda yang melekat di dalamnya akan membawa kita kepada kata syukur pada Maha Pencipta atas bius ciptaannya.

Bagi yang sudah pernah melakukan perjalanan wisata ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru, hampir dapat dipastikan berkeinginan untuk kembali ke tempat ini. Tapi, dari hampir 230 juta penduduk Indonesia, mungkin baru sebagian kecil yang sudah pernah melakukan perjalanan wisata ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Apakah anda salah satu diantaranya yang ingin merencanakan perjalanan wisata ke Gunung Bromo?

Gunung Bromo memiliki ketinggian 2392 M dari permukaan laut ini, adalah gunung berapi yang masih aktif memiliki panorama lanskap pengunungan yang sangat spektakuler terkenal di seluruh dunia, dan termasuk dalam kategori pemandangan yang paling menarik di Indonesia. Wisata Gunung Bromo berada dalam wilayah dataran tinggi Tengger berbentuk kubah lava dan dikelilingi lautan pasir dan ditemani tiga gunung lainya, yaitu gunung Batok (2440 mdpl) dan gunung Kursi (2581 mdpl). Jika kita memandang ke arah selatan, tampak menjulang tinggi gunung tertinggi di pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru (3676 mdpl) yang menjadi salah satu gunung teraktif di dunia saat ini .

Wilayah Gunung Bromo dihuni oleh masyarakat tengger yang beragama hindu, hidup bercocok tanam di lereng-lereng perbukitan yang terjal dan berudara dingin. Sejarahnya dahulu kala, saat kerajaan Majapahit mulai kehilangan kekuatanya di wilayah Jawa, para petinggi dan para bangsawan kerajaan hijrah ke pulau Bali karena desakan agama islam yang semakin kuat. Dan yang tersisa dari keturunan Majapahit, menyebar dan akhirnya tersingkir di pengunungan Tengger hinga kini. Setiap tahunnya di wilayah Bromo di adakan upacara Kasada dengan proses ritual upacara agama hindu yang meriah oleh masyarakat Tengger, dimana mereka memenuhi seluruh lautan pasir pada saat matahari terbit

Bagi wisatawan yang ingin melihat matahari terbit yang sangat menakjubkan, dibutuhkan kemauan yang kuat. Pertama, anda harus siap bangun atau dibangunkan jam 3 subuh, kedua anda pasti akan terkejut begitu keluar ke alam terbuka karena udaranya yang luar biasa dingin dan ketiga, setelah semua sudah siap, anda akan naik mobil toyota hardtop 4×4 duduk berdesakan dan di pagi yang buta anda bersama tamu lainya terlonjak lonjak di toyota hardtop tersebut mengikuti arah jalan yang meliuk liuk terus menampak dengan kiri kanan jurang sedalam 200 meter, perjalanan yang sunguh mendebarkan, namun semua itu akan terbayar begitu mobil hardtop itu berhenti,

keempat, anda masih harus melakukan trekking mengunakan senter di pagi yang masih gelap pekat dan berhenti di pos penjagaan tempat dimana para turis menyaksikan keindahan panorama Gunung Bromo pada saat matahari terbit. Begitu tiba di atas pos pengamatan, panas badan anda masih terasa hangat, biasanya rombongan tiba jam 5 pagi saat cuaca masih gelap. Yang terlihat jutaan bintang menyinari kawasan Gunung Bromo tertutup oleh kabut. Ketika waktu terus berlalu mulai terasa udara dingin sangat mengigit, untung ada para penjual kopi dan teh, lumayan menghangatkan badan yang mengigil karena suhu udara bisa mencapai 2°celcius apabila masih kemarau.

Sekitar pukul 5:30, semburat sinar lembayung mulai terlihat membias alam di sekitar. Gunung Bromo dibawah sana mulai jelas terlihat bak tempurung batok yang dikelilingi kabut tebal yang menyelimuti seluruh dataran pasir, sungguh pemandangan yang luar biasa. pukul 5:45, sinar terang di ufuk timur mulai menyinari seluruh alam semesta dan dari timur ke barat, kabut mulai terlihat menipis, samar samar mulai terlihat daratan lautan pasir.

Pukul 06:00 keajaiban alampun datang, sinar matahari terasa menusuk hangat, alam pun menjadi terang benderang menyingkap kabut yang entah pergi kemana, anda seperti disuguhkan alam maha karya yang luar biasa indahnya. Sekitar pukul 07:30, rombongan wisatawan akhirnya menyudahi kunjungan dan menuju kendaraan hardtop yang menunggu di bawah. Setelah naik mobil 4×4 itu, rombongan dibawa menuju kawah lautan pasir menyusuri jalanan berbatu menurun curam luar biasa. Benar benar perjalanan yang mendebarkan, namun begitu tiba di daratan pasir yang maha luas, rombonganpun terus melaju menuju puncak Gunung Bromo, untuk menyaksikan dari dekat alam yang begitu indah.

Bagi anda dan keluarga yang masih ingin menikmati sajian lainnya, masih terdapat tempat-tempat lainnya yang juga tidak kalah indahnya. Misalnya saja menyusuri daerah pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian dan penghidupan masyarakat Tengger. Begitu juga dengan mencari tahu legenda-legenda yang ada di masyarakat yang dengan mudah ditunjukkan masyarakat setempat. Untuk membuktikan betapa tiada penyesalan berkunjung ke Gunung Bromo, sebaiknya realisasikan rencana anda.

Jumat, 08 Januari 2010

danau ranu dan banyu biru


Ranu Grati Pasuruan ( 7 Desa Yang Hilang )


judulnya kok serem amat sih ? emng tuh nyata ya ? jawabnya , ya ! itu betul2 nyata . jadi begini kurang dan lebih kisahnya : dulu tuh , entah dijaman sapa aku kurang jelas . ada sebuah daerah didaerah pasuruan- jatim yang hampir keseluruhan penduduknya tuh sukses banget dalam hal duniawi . minim yang miskin . bahkan hingga sampai 7 desa yg saling berdampingan kehidupannya sangat sukses . namun kesuksesan mereka tuh ga' disertai dg rasa bersyukur pada Allah SWT .
tiap hari jika mereka selesai bekerja digunakan untuk kemaksiatan . berjudi , begadang , mabuk2-an dll . itu berlangung udah lama banget. so , hingga para penduduk itu hatinya udah tertutup , meski banyak yg kasih peringatan .

nah sampai pada suatu hari , ada seorang anak kecil dengan membawa kayu kecil untuk dipakai dia berjalan ( tongkat ) karena dia kondisinya terkena penyakit kulit yg menjijik-kan . maksud dia untuk memasuki kampung tersebut untuk mencari sedekah buat kehidupan sehari2. singkat kisah , ga' ada seorangpun dike-7 desa itu yg mau menolong atau memberi sedekah . dan parahnya lagi malah hampir semuanya pada mengejek , memukul dan menendang anak kecil tadi . dia menangis sedih . sudah berhari2 usahanya ga' membawa hasil .

sampai pada akhirnya ada perempuan tua , janda yang menolongnya . janda miskin . bekerja sebagai penumbuk padi dg lumpang-nya . janda itu mengajak anak kecil itu kerumahnya dan diberi makan dan minum seadanya . setelah kenyang dan ada kekuatan . anak kecil itu berusaha lagi utk nyari sedekah disekitar 7 desa itu . namun namun sampai ke-3 kalinya ga' membawa keberhasilan malah terus mendapat siksaan .

entah bagaimana kejadiannya , suatu hari anak kecil itu datang lagi kerumah janda miskin itu dan berpesan :

" bu , tolong ibu nanti jangan keluar rumah . dan ibu naik aja ke lumpang milik ibu . jangan turun dari lumpang itu sampai keadaan aman " .

pada akhirnya janda itu menuruti kata anak kecil itu . lalu anak kecil itu pergi menuju ketempat biasanya para penduduk berkumpul dan melakukan maksiat . setelah sampai , anak kecil itu langsung menancapkan tongkat kecilnya itu ditanah sambil teriak bilang :

" siapa yg merasa kuat , cabut tongkatku ini !! .

singkat cerita , ngga' ada satu orangpun yg sanggup mencabut tongkat itu . akhirnya anak kecil itu mencabut sendiri tongkatnya . dan tiba2 dari tempat menancapnya tongkat tadi memancar air dengan deras dan makin membesar . anak kecil itupun hilang entah kemana . sedang 7 desa tadi tenggelam berikut segara isinya . sedangkan janda tadi selamat karena saat ada arus air yg datang dia berada diatas lumpang-nya . hingga kini terdapat makam janda tersebut disekitar danau itu .

fakta : tahun 70-an dulu ada sekelompok orang dari pihak pemerintah yg ingin meneliti kebenaran kisah tadi . banyak rintangan yg membuat banyak korban . akhirnya dari pihak pemerintah minta tolong dengan seorang kyai sepuh yang bernama : KYAI JUNAID untuk menolong orang2 yg menyelam kedanau itu dan tak kembali lagi . akhirnya kyai itu menyelam kedanau itu cukup lama . dan akhirnya beliau muncul dg membawa korban2 yg sudah meninggal . dari salah satu korban yg meninggal tadi ada yg saat menyelam membawa foto yg khusus utk menfoto sesuatu didalam air . setelah foto itu dicuci dan dilihat hasilnya , ternyata bekas2 kampung didasar danau itu memang ada dan nyata . subhanallah


BANYU BIRU GRATI - PASURUAN

Banyu Biru alam memiliki kolam renang terletak di desa Sumberejo, Kecamatan Winongan.
Formerly ini memiliki kolam renang disebut Telaga Wilis. Pada hari Jumat banyak pengunjung pergi ke sana dan mengambil mandi karena menurut legenda, siapapun mengambil mandi di kolam renang ini akan tetap muda.
Ada orang yg menyeberang sungai jenis ikan di kolam ikan yang disebut Sengkaring dan memiliki 115 cm dan panjang 30 cm lebar. Selain itu, alam swiiming renang, kolam renang articial juga dapat ditemukan di sana. Saat ini, kolam renang ini diselesaikan oleh fasilitas seperti lapangan bermain, panggung, lapangan tenis, stand pameran, kolam ikan dan air siklus.
Menikmati air tawar dari alam Banyu Biru kolam renang dan membawa keluarga Anda untuk mengunjungi kolam renang ini.


Gunung Bromo nan Eksotis

Memang sebagian kompleks wisata alam Gunung Bromo-Tengger-Semeru (TN BTS) sebagian berada di wilayah kabupaten Probolinggo dan Lumajang, lokasi gardu pandang yang biasa digunakan para wisatawan untuk melihat matahari terbit (puncak gunung Pananjakan) terletak di Kabupaten Pasuruan. Jalur mulus menuju kompleks wisata utama TN BTS ini juga tersedia dari arah kota Pasuruan.


Pemandian Alam Banyu Biru.
Air pemandian yang berasal dari sumber pegunungan ini memiliki mitos bisa membuat orang awet muda serta mendatangkan berkah. Di pemandian yang terletak di Desa Sumberejo-Kecamatan Winongan ini konon terdapat ikan raksasa yang disebut ikan Sengkaring berukuran 115cm x 30cm.