Laman

Rabu, 27 Januari 2010

Wisata gunung bromo


GUNUNG BROMO

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai salah satu obyek wisata di Jawa Timur. Jadi belumlah lengkap rasanya bila kita berwisata ke Jatim tanpa mengunjungi Gunung Bromo.

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, berada dalam empat wilayah, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung ini mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Salah satu andalan wisata dari taman nasional Gunung Bromo ini adalah hamparan laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2.392 m dari permukaan laut. Selain itu, dari puncak Bromo kita dapat menikmati dengan jelas keindahan matahari saat terbit hingga terbenamnya.

Gunung Bromo mempunyai kondisi udara yang masih segar dan dingin (5-8 derajat celcius) dengan pemandangan yang menawan. Sebelum naik ke Gunung Bromo kita tidak perlu khawatir kedinginan, karena selain jaket yang (tentunya) harus kita persiapkan, di sekitar hotel banyak dijumpai pedagang-pedagang syal dan kaos kaki. Harga untuk sepasang kaos kaki sekitar Rp 15.000.

Perjalanan menuju puncak Bromo terbilang berat karena sangat berdebu dan medan yang ditempuh tidak bisa dilalui kendaraan roda empat biasa, kecuali jip 4×4 yang disewakan oleh pengelola wisata. Maka tak heran jika berjalan kaki merupakan alternatif yang dipilih para wisatawan untuk menuju pusat lokasi. Lebih dari 200 anak tangga harus kita lalui untuk sampai di puncak Bromo, melelahkan memang, namun semuanya seolah terbayarkan lewat pemandangan alam yang luar biasa indah.

Mendekati puncak Bromo sudah tercium bau belerang. Ketika sampai di puncak, kita dapat melihat kawah Bromo yang masih aktif. Di dasar kawah terlihat warna keemasan belerang dan kepulan asap putih yang menari-nari menuju puncak menyebarkan bau belerang. Uniknya lagi kawah Bromo terletak di dalam kawah, jadi kawah di dalam kawah.

Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, kita juga bisa menikmati lautan pasir dan hamparan rerumputan yang luas sambil menyaksikan kemegahan Gunung Semeru yang menjulang menembus awan dan gunung-gunung lain yang mengelilinginya. Salah satu cara untuk menikmati keindahan di puncak Bromo ini adalah dengan menyewa kuda atau jip yang sudah disiapkan para pengelola tempat wisata untuk mengantar kita mengelilingi padang pasir tersebut.

Di bawah kaki Gunung Bromo terdapat sebuah pura yang biasa digunakan untuk upacara adat dan keagamaan yang disebut Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa atau pada bulan Desember/Januari setiap tahunnya. Bagi penduduk asli Bromo, yaitu suku Tengger yang beragama Hindu, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci.

Melalui upacara tersebut, masyarakat suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan dari berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dan melemparnya ke kawah Bromo. Sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah untuk meraih dan menangkap sesaji yang tadi dilemparkan ke kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Untuk mencapai Gunung Bromo, ada empat pintu gerbang utama yaitu: untuk desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang.

Tak perlu khawatir bagi Anda yang ingin menginap, karena berbagai macam penginapan dapat ditemukan di sekitar area Taman Nasional Bromo. Mulai dari losmen sampai hotel berbintang 4 dapat menjadi pilihan Anda. Rata-rata tarifnya pun terjangkau.

Gunung Bromo adalah bukti kebesaran sang Pencipta, dan Anda harus menyaksikan sendiri keindahannya yang luar biasa.

Tidak Ada Penyesalan di Gunung Bromo

Merencanakan perjalanan wisata bersama keluarga, temen kerja, teman kuliah dan bahkan temen satu kantor ke sebuah tempat yang dipenuhi suguhan pemandangan yang indah sejauh mata memandang yang dipadu dengan tantangan medan yang cukup menguras tenaga, tentu sungguh menggoda untuk segera direalisasikan. Yah..wisata alam Gunung Bromo misalnya.

Dua kawasan wisata pegunungan tersebut memang sudah sangat terkenal bagi masyarakat Indonesia dan bahkan masyarakat dunia lainnya. Pesona dan keunikan dan cerita legenda yang melekat di dalamnya akan membawa kita kepada kata syukur pada Maha Pencipta atas bius ciptaannya.

Bagi yang sudah pernah melakukan perjalanan wisata ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru, hampir dapat dipastikan berkeinginan untuk kembali ke tempat ini. Tapi, dari hampir 230 juta penduduk Indonesia, mungkin baru sebagian kecil yang sudah pernah melakukan perjalanan wisata ke Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Apakah anda salah satu diantaranya yang ingin merencanakan perjalanan wisata ke Gunung Bromo?

Gunung Bromo memiliki ketinggian 2392 M dari permukaan laut ini, adalah gunung berapi yang masih aktif memiliki panorama lanskap pengunungan yang sangat spektakuler terkenal di seluruh dunia, dan termasuk dalam kategori pemandangan yang paling menarik di Indonesia. Wisata Gunung Bromo berada dalam wilayah dataran tinggi Tengger berbentuk kubah lava dan dikelilingi lautan pasir dan ditemani tiga gunung lainya, yaitu gunung Batok (2440 mdpl) dan gunung Kursi (2581 mdpl). Jika kita memandang ke arah selatan, tampak menjulang tinggi gunung tertinggi di pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru (3676 mdpl) yang menjadi salah satu gunung teraktif di dunia saat ini .

Wilayah Gunung Bromo dihuni oleh masyarakat tengger yang beragama hindu, hidup bercocok tanam di lereng-lereng perbukitan yang terjal dan berudara dingin. Sejarahnya dahulu kala, saat kerajaan Majapahit mulai kehilangan kekuatanya di wilayah Jawa, para petinggi dan para bangsawan kerajaan hijrah ke pulau Bali karena desakan agama islam yang semakin kuat. Dan yang tersisa dari keturunan Majapahit, menyebar dan akhirnya tersingkir di pengunungan Tengger hinga kini. Setiap tahunnya di wilayah Bromo di adakan upacara Kasada dengan proses ritual upacara agama hindu yang meriah oleh masyarakat Tengger, dimana mereka memenuhi seluruh lautan pasir pada saat matahari terbit

Bagi wisatawan yang ingin melihat matahari terbit yang sangat menakjubkan, dibutuhkan kemauan yang kuat. Pertama, anda harus siap bangun atau dibangunkan jam 3 subuh, kedua anda pasti akan terkejut begitu keluar ke alam terbuka karena udaranya yang luar biasa dingin dan ketiga, setelah semua sudah siap, anda akan naik mobil toyota hardtop 4×4 duduk berdesakan dan di pagi yang buta anda bersama tamu lainya terlonjak lonjak di toyota hardtop tersebut mengikuti arah jalan yang meliuk liuk terus menampak dengan kiri kanan jurang sedalam 200 meter, perjalanan yang sunguh mendebarkan, namun semua itu akan terbayar begitu mobil hardtop itu berhenti,

keempat, anda masih harus melakukan trekking mengunakan senter di pagi yang masih gelap pekat dan berhenti di pos penjagaan tempat dimana para turis menyaksikan keindahan panorama Gunung Bromo pada saat matahari terbit. Begitu tiba di atas pos pengamatan, panas badan anda masih terasa hangat, biasanya rombongan tiba jam 5 pagi saat cuaca masih gelap. Yang terlihat jutaan bintang menyinari kawasan Gunung Bromo tertutup oleh kabut. Ketika waktu terus berlalu mulai terasa udara dingin sangat mengigit, untung ada para penjual kopi dan teh, lumayan menghangatkan badan yang mengigil karena suhu udara bisa mencapai 2°celcius apabila masih kemarau.

Sekitar pukul 5:30, semburat sinar lembayung mulai terlihat membias alam di sekitar. Gunung Bromo dibawah sana mulai jelas terlihat bak tempurung batok yang dikelilingi kabut tebal yang menyelimuti seluruh dataran pasir, sungguh pemandangan yang luar biasa. pukul 5:45, sinar terang di ufuk timur mulai menyinari seluruh alam semesta dan dari timur ke barat, kabut mulai terlihat menipis, samar samar mulai terlihat daratan lautan pasir.

Pukul 06:00 keajaiban alampun datang, sinar matahari terasa menusuk hangat, alam pun menjadi terang benderang menyingkap kabut yang entah pergi kemana, anda seperti disuguhkan alam maha karya yang luar biasa indahnya. Sekitar pukul 07:30, rombongan wisatawan akhirnya menyudahi kunjungan dan menuju kendaraan hardtop yang menunggu di bawah. Setelah naik mobil 4×4 itu, rombongan dibawa menuju kawah lautan pasir menyusuri jalanan berbatu menurun curam luar biasa. Benar benar perjalanan yang mendebarkan, namun begitu tiba di daratan pasir yang maha luas, rombonganpun terus melaju menuju puncak Gunung Bromo, untuk menyaksikan dari dekat alam yang begitu indah.

Bagi anda dan keluarga yang masih ingin menikmati sajian lainnya, masih terdapat tempat-tempat lainnya yang juga tidak kalah indahnya. Misalnya saja menyusuri daerah pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian dan penghidupan masyarakat Tengger. Begitu juga dengan mencari tahu legenda-legenda yang ada di masyarakat yang dengan mudah ditunjukkan masyarakat setempat. Untuk membuktikan betapa tiada penyesalan berkunjung ke Gunung Bromo, sebaiknya realisasikan rencana anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar