judulnya kok serem amat sih ? emng tuh nyata ya ? jawabnya , ya ! itu betul2 nyata . jadi begini kurang dan lebih kisahnya : dulu tuh , entah dijaman sapa aku kurang jelas . ada sebuah daerah didaerah pasuruan- jatim yang hampir keseluruhan penduduknya tuh sukses banget dalam hal duniawi . minim yang miskin . bahkan hingga sampai 7 desa yg saling berdampingan kehidupannya sangat sukses . namun kesuksesan mereka tuh ga' disertai dg rasa bersyukur pada Allah SWT . tiap hari jika mereka selesai bekerja digunakan untuk kemaksiatan . berjudi , begadang , mabuk2-an dll . itu berlangung udah lama banget. so , hingga para penduduk itu hatinya udah tertutup , meski banyak yg kasih peringatan .
nah sampai pada suatu hari , ada seorang anak kecil dengan membawa kayu kecil untuk dipakai dia berjalan ( tongkat ) karena dia kondisinya terkena penyakit kulit yg menjijik-kan . maksud dia untuk memasuki kampung tersebut untuk mencari sedekah buat kehidupan sehari2. singkat kisah , ga' ada seorangpun dike-7 desa itu yg mau menolong atau memberi sedekah . dan parahnya lagi malah hampir semuanya pada mengejek , memukul dan menendang anak kecil tadi . dia menangis sedih . sudah berhari2 usahanya ga' membawa hasil .
sampai pada akhirnya ada perempuan tua , janda yang menolongnya . janda miskin . bekerja sebagai penumbuk padi dg lumpang-nya . janda itu mengajak anak kecil itu kerumahnya dan diberi makan dan minum seadanya . setelah kenyang dan ada kekuatan . anak kecil itu berusaha lagi utk nyari sedekah disekitar 7 desa itu . namun namun sampai ke-3 kalinya ga' membawa keberhasilan malah terus mendapat siksaan .
entah bagaimana kejadiannya , suatu hari anak kecil itu datang lagi kerumah janda miskin itu dan berpesan :
" bu , tolong ibu nanti jangan keluar rumah . dan ibu naik aja ke lumpang milik ibu . jangan turun dari lumpang itu sampai keadaan aman " .
pada akhirnya janda itu menuruti kata anak kecil itu . lalu anak kecil itu pergi menuju ketempat biasanya para penduduk berkumpul dan melakukan maksiat . setelah sampai , anak kecil itu langsung menancapkan tongkat kecilnya itu ditanah sambil teriak bilang :
" siapa yg merasa kuat , cabut tongkatku ini !! .
singkat cerita , ngga' ada satu orangpun yg sanggup mencabut tongkat itu . akhirnya anak kecil itu mencabut sendiri tongkatnya . dan tiba2 dari tempat menancapnya tongkat tadi memancar air dengan deras dan makin membesar . anak kecil itupun hilang entah kemana . sedang 7 desa tadi tenggelam berikut segara isinya . sedangkan janda tadi selamat karena saat ada arus air yg datang dia berada diatas lumpang-nya . hingga kini terdapat makam janda tersebut disekitar danau itu .
fakta : tahun 70-an dulu ada sekelompok orang dari pihak pemerintah yg ingin meneliti kebenaran kisah tadi . banyak rintangan yg membuat banyak korban . akhirnya dari pihak pemerintah minta tolong dengan seorang kyai sepuh yang bernama : KYAI JUNAID untuk menolong orang2 yg menyelam kedanau itu dan tak kembali lagi . akhirnya kyai itu menyelam kedanau itu cukup lama . dan akhirnya beliau muncul dg membawa korban2 yg sudah meninggal . dari salah satu korban yg meninggal tadi ada yg saat menyelam membawa foto yg khusus utk menfoto sesuatu didalam air . setelah foto itu dicuci dan dilihat hasilnya , ternyata bekas2 kampung didasar danau itu memang ada dan nyata . subhanallah

Banyu Biru alam memiliki kolam renang terletak di desa Sumberejo, Kecamatan Winongan.
Formerly ini memiliki kolam renang disebut Telaga Wilis. Pada hari Jumat banyak pengunjung pergi ke sana dan mengambil mandi karena menurut legenda, siapapun mengambil mandi di kolam renang ini akan tetap muda.
Ada orang yg menyeberang sungai jenis ikan di kolam ikan yang disebut Sengkaring dan memiliki 115 cm dan panjang 30 cm lebar. Selain itu, alam
swiiming renang, kolam renang articial juga dapat ditemukan di sana. Saat ini, kolam renang ini diselesaikan oleh fasilitas seperti lapangan bermain, panggung, lapangan tenis, stand pameran, kolam ikan dan air siklus.Menikmati air tawar dari alam Banyu Biru kolam renang dan membawa keluarga Anda untuk mengunjungi kolam renang ini.
Memang sebagian kompleks wisata alam Gunung Bromo-Tengger-Semeru (TN BTS) sebagian berada di wilayah kabupaten Probolinggo dan Lumajang, lokasi gardu pandang yang biasa digunakan para wisatawan untuk melihat matahari terbit (puncak gunung Pananjakan) terletak di Kabupaten Pasuruan. Jalur mulus menuju kompleks wisata utama TN BTS ini juga tersedia dari arah kota Pasuruan.
Air pemandian yang berasal dari sumber pegunungan ini memiliki mitos bisa membuat orang
awet muda serta mendatangkan berkah. Di pemandian yang terletak di Desa Sumberejo-Kecamatan Winongan ini konon terdapat ikan raksasa yang disebut ikan Sengkaring berukuran 115cm x 30cm.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar